Sabtu, 16 November 2013

TEORI EKONOMI

 TUGAS TEORI EKONOMI
Herlambang Ega Prasetya
23212428/2EB02

Di ktahui              :     Q = 4K1/2L1/4
                                             K/unit = $8
                                  L/unit = $1t
                                Angaranuntukmembeli input K dan output L= $48
Ditanya : a. tentukanjumlah input K dan input L
                                b. tentukan∑ jumlahotput (least cost combination)
                                c. tentukan % perubahan output yang dihasilkanjika input K(8%)
                                d. tentukanpersenperubahn output yang dihasilakanjika input L(10%)
                                e. tentkanpersenperubaha output jika K dan L ditambah 10%
                                f. sekalaproduksi (increasing dcreasingatau constant)
                                g. tingkatpenggunaan input K dan input L (capital intensive ataulabour intensive)
jawab                    :
a.       Jumlah input K dan L
MPKMPL
PK                  pl
Q=4K1/2 L1/4
MPX = ℓQ/ℓK=4(1/2)K -1/2 L 1/4 = 2K -1/2 L4
MPL = ℓQ/ℓK=4K1/2(1/4)L3/4=K1/2L-1/4
PX = 8PL= I dan C = 48
2K-1/2 L1/2   = K1/2L3/4
8
                                          L=4K
                                          NKK+PLL=C
                                          8K+L=48
                                          8K+4K=48
                                          12K=48
                                                          K=4
                                          L=4K= 4(4)=16 (jumlah input K dan L 4 unit dan 16 unit)

b.      Jumlah output yang dihasilkan pada kondisi least cost combination
Q = 4(4)1/2(16)1/4
    = 4(2)(2) = 16
c.       Besarnya koefisien elastisitas input K adalah ½ artinya jika input K ditambah 1%(input tidak berubah) Jika input modal (K) ditambah 8% , sedangkan input L yg digunakan dalam proses produksi tidak berubh maka jumlah output meningkat sebanyak 4%
d.      Besarnya koefisian elastisitas input adalah ¼  jika input L ditambah 1 % (input tidak berubah) maka output meningkat ¼ % jadi input modal (K) ditambah 10% sedangkan input K yang di gunakan dalam proses produksi tidak berubah maka jumlah output meningkat sebanyak 2.5%.
e.      Besarnya koefisien elastisitas input K dan input L adalah ½ tambah ¼ jika input K dan input L ditambah 1% maka output meningkat 14%, jika input modal (K) dan input tenaga kerja (L) ditambah 10% (proses produksi tidak berubah). Maka jumlah output meningkat sebesar 75%.
f.        Q                  = AKaLb
Q                 = 4 K1/2 L1/4
A + B           = ½ + ¼
                      = ¾
A + B           = ¾ < 1
Jadi decreasing return to scale
g.       a > b
½ > ¼
0.5 > 0.75

Jadi capital intensive

Rabu, 30 Oktober 2013

Penelitian koperasi




Tugas penelitian koprasi

Created by 2EB02 Crew :

·         Herlambang Ega Prasetya
·         Adis Ari Darmawan
·         Akfamu Dazi A
·         John Adhiguna
·         Bara Ilham B P
·         Kurnia Sandy
·         Faris Sulaksono
·         Achmad Giffari

Koperasi Sekolah SDN GUNUNG 01
Jl. Bumi no.5 Kebayoran baru, jakarta selatan

No
Hari/tanggal
Materi kegiatan
Deskripsi kegiatan
waktu
Paraf
1
Sabtu, 12-10-‘13
  1.  Kenalan
  2.  Nanya-nanya    seputar koperasi
  • Mengenalkan diri, dan menjelaskan maksud kita ke koperasi tersebut.
  • Mengeahui tujuan koperasi tersebut.
  • Mengetahui program apaan aja sih yang lagi dijalanin
  • Planning kedepannya gimana
  • Mengetahui kendala apa saja yang terjadi di koperasi sekolah
  • Dan apa manfaat koperasi sekolah
09.00 s/d 11.49
pendamping :
  •  Herlambang
  • Adis
  • Akfamu
  • John
  • Bara
  • Sandy
  • Faris
  • Giffari
Koordinator :
  •  Pak Sriyanto















Kegiatan              :
1.   Mengetahui tujuan adanya koprasi pada sekolah tersebut.
·         Mengembangkan kesejah teraan bagi anggota, pada khususnya karna ini di sekolah ya.. untuk para guru-guru dan murid-murid tentunya.

2.  Mengetahui program apa aja sih yang lagi dijalanin?
·         Program yang sering dipakai di koprasi ini adalah sistem sekolah koprasi.
Koperasi Simpan Pinjam di Sekolah, Koperasi Simpan Pinjam Pegawai, operasi Simpan Pinjam Koperasi Serba Usaha. Tentu ngga sembarangan ini program.
·         Disini juga bisa melatih kejujuran dan ketanggung jawaban dalam berkomitmen. kalo minjem duit berkomitmen kapan di kembalikan baik langsung cash atau kredit. Ngga bisa di molor-molorin disini, anda berkomitmen disitu anda bertanggung jawab.

3.  Mengetahui Planning kedepannya gimana sih?
·         Dengan adanya koperasi sekolah disini, planning kita kedepan adalah untuk memajukan usaha kecil menengah ini untuk menjadi lebih baik, Berkualitas dan di percaya oleh para-para anggota. Ya juga namanya disekolah.. ya cuma guru-guru sama murid aja. Yang jelas kita akan memajukan dan membuat koperasi ini se-berkualitas mungkin agar para-para anggota kami sejahtera.
·         Dan mengajarkan pada siswa-siswa untuk mengenal dan memahami lebih detail atau lebih terperici dalam berwiraswasta dan hubungan bisnis, sehingga diharapkan mampu mencoba membuka usaha di bidang jasa dan perdagangan.

4.   Mengetahui apa sih kendalanya di koperasi sekolah ini?
·         Kendalanya ya ngga jauh dari kurangnya komitmen-komitmen mereka terhadap koperasi ini. sudah dibilang, anda berkomitmen, anda bertanggung jawab. Kadang masih aja ada yang ngga melanggar komitmen itu dengan alasan yang gono-gini. Kita Cuma mengingatkan aja kalau ada oknum yang bgitu, kembali pada tanggung jawab saja. Alhamdulillah kita ngga kekurangan modal.

5.   Mengetahui manfaat apa saja yang bisa di dapat dari koperasi sekolah ini?
·         Siswa dapat memperoleh pengetahuan dan pengalaman untuk mengelola koperasi. Hal itu merupakan bekal bagi para siswa untuk hidup dimasyarakat dalam berkoperasi dan berusaha. Sebenernya ngga Cuma siswa tapi guru-gurupun dapat memperoleh manfaatnya.
·         Siswa lebih mudah membeli buku-buku pelajaran, alat-alat tulis, alat-alat praktik,dan pakaian seragam yang harganya sama dengan toko di luar dengan tidak perlu ribet. Hehehe..

Membangun koperasi membangun negeri

Tugas Ekonomi Koprasi

Herlambang Ega Prasetya
23212428/2EB02

MEMBANGUN KOPERASI, MEMBANGUN NEGERI


oleh Bangun Surartono *)
Berbicara mengenai koperasi di Indonesia tentu kita tidak bisa lepas dari politik ekonomi yang mempengaruhinya. Oleh karena itu, membicarakan pembangunan ekonomi bangsa, akan terasa sulit ketika kita melepaskan sisi historis politik perekonomian negeri yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 ini. Dengan mengkaji aspek politik ekonomi pada saat itu, maka diharapkan kita bisa menemukan benang merah permasalahan ekonomi bangsa kita di era sekarang. Ketika melihat konteks sejarah ekonomi­politik kita, tentu tidak terlepas pula dengan kajian kita tentang masa perjuangan melawan imperialisme dan kolonialisme pada waktu itu. Menurut pemikiran Bung Hatta bahwa kedaulatan negara didasarkan kepada kedaulatan rakyat, itulah sebabnya kedua hal pokok ini tak bisa dipisahkan. Pada tahun 1934, Bung Hatta sebagai salah seorang pendiri Republik Indonesia menulis "Ekonomi Rakyat dalam Bahaya". Tulisan Bung Hatta ini telah menjadi dasar konsep ekonomi kerakyatan sebagai tandingan untuk mengenyahkan sistem ekonomi kolonialBelanda yang didukung!dibantu oleh kaum aristokrat dalam sistem feodalisme di dalam negeri dan pihak-pihak swasta asing tertelllU sebagai komprador pihak kolonial Belanda. Peran~ Jalam melawan kapitalisme sudah berawal sejak era sebelum kemerdekaan. Ketika itu perlawanan masih bersifat kedaerahan, belum bersifat nasional. Ini berawal ketika VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie),  kompeni dagang Indonesia timur, 1602-1199] telah tampil sebagai kekuatan monopoli dagang atas beberapa hasil bumi nusantara. Dan setelah VOC bangkrut, pada 1799, kekuasaannya pada 1800 diserahkan pada pemerintah Belanda. Sampai pada 1910 pemerintah belanda telah meluaskan kekuasaannya atas hampir seluruh nusantara. Usaha untuk mengenyahkan sistem kolonial ini adalah landasan utama perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia. Orang yang memahami sejarah ekonomi Indonesia harus mengetahui bahwa' penjajahan Belanda di lndonesia di bidang ekonomi berintikan modal kolonial (koloniaal-kapitaal) yang bermula dari kolonialisme VOC dan cultuurstelsel, pelaksanaan Undang-Undang Agraria 1870 sampai beroperasinya investasi swasta asing lainnya dari benua Barat (Hatta, 1931). Perjuangan melawan penjajahan merupakan bagian dari perlawanan rakyat Indonesia terhadap penindasan ekonomi dan penghisapan terhadap faktor-faktor produksl kaum pribumi.
Meminjam istilah yang dipakai Proklamator R.I, Ir. Soekarno "Kemerdekaan berarti mengakhiri untuk selama-Iamanya penghisapan bangsa oleh bangsa lain, baik yang tak langsung maupun yang langsung". Oleh karena itu, bagian dari perjuangan kemerdekaan yang sepertinya masih relevan sampai sekarang adalah mengakhiri penghisapan ekonomi kita. Lebih lanjut lagi Ir. Soekarno berbicara tentang cita-cita nasional kita setelah merdeka adalah sebagai berikut : "Cita -cita kita dengan keadilan sosial ialah satu masyarakat yang adil dan makmur dengan menggunakan alat-alat industri, dengan alat-alat tehnologi modem. Asal tidak dikuasai sistem kapitalisme". Oleh karena itu, kapitalisme menjadi musuh besar yang telah menjajah kita dengan menggunakan metode dan format baru yang dulu tanpa melalui campur tangan negara, akan tetapi di era saat ini negara dirasa perlu untuk memperlancar prosesi penghisapan ini yang lebih dikenal dengan sebutan neo liberalism.
Pada masa setelah kemerdekaan Ir. Soekarno dengan gigih memperjuangkan kemerdekaan dan kedaulatan ekonomi kita dari penghisapan asing. Pada awal kemerdekaan walaupun kemerdekaan baru diakui secara resmi oleh masyarakat internasional, akan tetapi proposal utang luar negeri sudah diajukan sejak tahun 1947. Bahkan di tingkat wacana, diskusi tentang arti penting utang luar negeri berlangsung sejak November 1945. Yang mencengangkan, pengakuan kemerdekaan Indonesia harus dibayar dengan pengakuan utang Indonesia kepada negeri Hindia Belanda. Sehingga pada tahun 1950, pemerintah memiliki dua utang luar negeri pertama warisan Hindia Belanda sebanyak US $ 4,3 miliar dan utang baru US $ 3,8 miliar. Setelah itu, utang luar negeri baru terus mengalir. Kemudian, kondisi politik yang mempengaruhi ekonomi Indonesia pada waktu itu adalah peristiwa konfrontasi indonesia dengan Malaysia pada tahun 1964, yang kemudian Ir. Soekarno menasionalisasi perusahaan-perusahaan Inggris, ini adalah proses nasionalisasi kedua setelah perusahaan-perusahaan Belanda dinasionalisasi tahun 1956.
Laksanakan Ekonomi Konstitusi
Kalau kita cermati, permasalahan kedaulatan ekonomi kita sebenarnya telah terproses dari jaman kolonial. Cita-cita Mohammad Hatta dalam konsepsinya tentang koperasi sampai saat ini belum tercapai. la mengatakan : "cita-cita koperasi adalah menentang individualisme dan kapitalisme secara fundamental", Untuk menuju kedaulatan ekonorni bangsa, tiada lain bangsa lndonesia harus melaksanakan ekonomi yang diatur oleh konstitusi kita. Konstitusi Bangsa Indonesia (UUD 1945) dengan tegas menyatakan, bahwa "Perekonomian disusun sebaqai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan". Bung Hatta sebagai sang perumus pasal tersebut mengatakan, bahwa sistem ekonomi Indonesia didasarkan pada asas: Demokrasi Ekonomi, di mana produksi dilakukan oleh semua dan untuk semua yang wujudnya dapat ditafsirkan sebagai Koperasi. Dalam wacana sistem ekonomi dunia, Koperasi disebut juga sebagai the third way, atau "jalan ketiga", istilah yang akhir-akhir ini dipopulerkan oleh sosiolog Inggris, Anthony Giddens, yaitu sebagai "jalan tengah" antara kapitalisme dan sosialisme. Bagi Bung Hatta, Koperasi bukanlah sebuah lembaga yang antipasar atau nonpasar dalam masyarakat tradisional. Koperasi, baginya adalah sebuah lembaga self-help lapisan masyarakat yang lemah atau rakyat kecil untuk bisa mengendalikan pasar. Karena itu Koperasi harus bisa bekerja dalam sistem pasar, dengan cara menerapkan prinsip efisiensi. Koperasi juga bukan sebuah komunitas tertutup, tetapi terbuka, dengan melayani non-anggota, walaupun dengan maksud untuk menarik mereka menjadi anggota Koperasi, setelah merasakan manfaat berhubungan dengan Koperasi. Dengan cara itulah sistem Koperasi akan mentransformasikan sistem ekonomi kapitalis yang tidak ramah terhadap pelaku ekonomi kecil melalui persaingan bebas (kompetisi), menjadi sistem yang lebih bersandar kepada kerja sama atau Koperasi, tanpa menghancurkan pasar yang kompetitif itu sendiri. Dewasa ini, di dunia ada dua macam model Koperasi. Pertama, adalah Koperasi yang dibina oleh pemerintah dalam kerangka sistem sosialis. Kedua, adalah Koperasi yang dibiarkan berkembang mengikuti pasar oleh masyarakat sendiri, tanpa bantuan pemerintah. Jika badan usaha milik negara merupakan usaha skala besar, maka Koperasi mewadahi usaha-usaha kecil, walaupun jika telah bergabung dalam Koperasi menjadi badan usaha skala besar juga. Di negara-negara kapitalis, baik di Eropa Barat, Amerika Utara dan Australia, Koperasi juga menjadi wadah usaha kecil dan konsumen berpendapatan rendah. Di Jepang, Koperasi telah menjadi wadah perekonomian pedesaan yang berbasis pertanian.
 Menurut data Internastional Co-operative Alliance (lCA), pada tahun 2009 koperasi se-dunia beranggotakan 1 miliar orang lebih, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan 3 miliar penduduk dunia atau setengah populasi planet bumi terjamin kesejahteraannya oleh koperasi. Karenanya, PBB telah menetapkan Tahun 2012 sebagai Tahun Koperasi Dunia (The International Year of Co-operative) dengan tema: "Bangun Dunia Yang Lebih Baik dengan Koperasi".
Untuk membangun negeri, diperlukan adanya prasyarat kesejahteraan ekonomi. Sedangkan untuk mensejahterakan ekonomi rakyat Indonesia, Bapak Koperasi kita Bung Hatta, menganjurkan didirikannya tiga macam Koperasi. Pertama, adalah Koperasi konsumsi yang terutama melayani kebutuhan kaum buruh dan pegawai. Kedua, adalah Koperasi produksi yang merupakan wadah kaum petani (termasuk peternak atau nelayan). Ketiga, adalah Koperasi kredit yang melayani pedagang kecil dan pengusaha kecil guna memenuhi kebutuhan modal.
Bung Hatta juga menganjurkan pengorganisasian industri kecil dan koperasi produksi, guna memenuhi kebutuhan bahan baku dan pemasaran hasil. Karena tujuan koperasi bukanlah mencari laba yang sebesar­besarnya, melainkan melayani kebutuhan bersama dan wadah partisipasi pelaku ekonomi skala keci!. Tapi, ini tidak berarti, bahwa Koperasi itu identik dengan usaha skala kecil. Koperasi bisa pula membangun usaha skala besar berdasarkan modal yang bisa dikumpulkan dari anggotanya, baik anggota Koperasi primer maupun anggota Koperasi sekunder.
Pasang-surut Koperasi di Indonesia
Dalam perkembangannya, koperasi di Indonesia mengalami pasang dan surut. Sebuah pertanyaan sederhana namun perlu direnungkan: Mengapa jarang dijumpai ada Koperasi yang bertumbuh menjadi usaha besar yang menggurita, layaknya pelaku ekonomi lain, yakni swasta (konglomerat) dan BUMN? Mengapa gerakan ini hanya berkutat dari persoalan yang satu ke persoalan lain, dan cenderung stagnan alias berjalan di tempat? Mengapa Koperasi sulit berkembang di tengah "habitat" alam Indonesia? Padahal, upaya pemerintah untuk "memberdayakan" Koperasi seolah tidak pernah habis. Bahkan, bila dinilai, mungkin amat memanjakan. Berbagai paket program bantuan dari pemerintah seperti kredit program: KKop, Kredit Usaha Tani (KUT), pengalihan saham (satu persen) dari perusahaan besar ke Koperasi, skim program KUK dari bank dan Kredit Ketahanan Pangan (KKP) yang merupakan kredit komersial dari perbankan, juga "paket program" dari Permodalan Nasional Madani (PNM), terus mengalir untuk memberdayakan gerakan ekonomi kerakyatan ini. DEKOPIN bersama Kementerian Koperasi dan UKM bertekad untuk mengubah stigma koperasi yang masih melekat sebagai ekonomi marjinal, pelaku bisnis yang per!u dikasihani, pelaku bisnis "pupuk bawang", pelaku bisnis tak profesional, s'ahlngga dapat menjadi pelaku ekonomi nasional yang dominan. Masalah tersebut tidak bisa dilepaskan dari substansi Koperasi yang berhubungan dengan semangat. Dalam konteks ini adalah semangat kekeluargaan dan kegotongroyongan. Jadi, bila Koperasi dianggap kecil, tidak berperan, dan merupakan kumpulan serba lemah, itu terjadi karena adanya pola pikir yang menciptakan demikian. Singkatnya, pemikiran kita dipolakan, bahwa koperasi adalah untuk yang kecil-kecil, sementara yang menengah bahkan besar, untuk kalangan Usaha Swasta. Di sinilah terjadinya penciptaan paradigma yang salah. Hal ini mungkin terjadi akibat gerakan Koperasi terlalu sarat berbagai embel-embel, sehingga ia seperti orang kerdil yang menggendong sekarung beras di pundaknya. Koperasi adalah "badan usaha", juga "perkumpulan orang" termasuk yang "berwatak sosial". Definisi yang melekat jadi memberatkan, yakni "organisasi sosial yang berbisnis" atau "Iembaga ekonomi yang mengemban fungsi sosial." 
Di Indonesia, beberapa Koperasi sebenarnya sudah bisa dikatakan memiliki unit usaha besar dan beragam serta tumbuh menjadi raksasa bisnis berskala besar menguasai hajat hidup orang banyak dan merangsek ke berbagai bidang usaha-bisnis komersial, omzet mereka mencapai milyaran rupiah setiap bulan. Namun demikian seperti dikatakan Bung Hatta: walaupun usahanya besar, koperasi yang belum bisa mensejahterakan anggotanya berarti bukan koperasi yang sesungguhnya, sebab. koperasi adalah untuk kepentingan anggota.
Problematika ekonomi kita dan kedaulatan bangsa kita, akan bisa kita atasi ketika kita menggunakan sistem ekonomi yang sesuai dengan kondisi masyarakat kita dan yang berdasarkan UUD 45, dengan badan usaha koperasi ujudnya. Masalahnya, hingga saat ini masih diberlakukan asas individualisme yang menjadi dasar sistem ekonomi kolonial yang dipelihara oleh Wetboek van Koophandel (KUHD). Itulah sebabnya UUD 1945 memiliki Aturan Peralihan, yang menegaskan bahwa sistem hukum kolonial berdasar KUH Perdata, KUH Pidana, KUHD, dll tetap berlaku secara temporer, yaitu berkedudukan sebagai "sementara sebelum diadakan yang baru menurut UUD 1945", artinya dalam posisi "peralihan". Namun demikian pertanyaan, sampai kapan system ekonomi colonial digantikan dengan system ekonomi berdasarkan UUD 1945???

Foto: Ilustrasi, sumber mbah google

Kamis, 11 Juli 2013

Sumber pendanaan indonesia

Menurut anda bagaimana pembiayaan inidonesia berasal?

waduh, kalau menurut saya pembiayaan suatu negara pasti berasal dari berbagai macam hal. yah mulai dari tabungan masyarakat, tabungan pemerintah, pinjaman ke bank sentral, sama kalo indonesia dapet untung dari expor (tp kayanya lebih gede impor dari expor deh) kayanya? :D

Terus juga pendanaan indonesia di bantu sama negara-negara lain yang sok iye padahal mah pengen manfaatin indonesia.tapi ada gunanya juga sih di bantu sama negara lain kaya Saving gap, tabungan pemerintah yang tidak mampu untuk membiayai pembangunan. Foreign exchange gap, mata uang asing (devisa) yang tersedia tidak cukup untuk membiayai impor. ada sih gunanya ya tapi? indonesia ketar-ketir bayar utang kenegara lain. utangnye aja udah banyak. jadi pendanaan indonesia berasal dr banyak hal seperti diatas dr tabungan masyarakan, pemerintah, pinjeman ke bank sentral, terus kalo dapet untung dari expor terus jiga kalo dikasih bantuan sama negara lain, eh iya sama pajak deng, lupa. :) sebagian besar jg di pengaruhi pajak loh, kaya pembangunan, kesehatan, pendidikan itu dari pajak yang kita bayar. Makannya kita bayar pajak karena dari pajak juga bisa menambah pendanaan yang ada di indonesia. :)

Usaha kecil menengah di tempat tinggal

Bagaimana perkembangan usaha kecil menengah di tempat tinggal anda (depok)?
wah kalu di tanya soal ukm kecil menengah, di depok sekarang lagi kreatif-kreatifnya. Terlihat saat pameran di bumi wiata, ada 50 ukm dari depok memampangkan diri, cetar bukan? tiap-tiap lapak menunjukan kreasi anadalan masing-masing. Depok yang terlihat semakin berbenah diri, baik dari segi kemasan produk maupun dari kemampuan berinovasi dengan produk andalannya Batik Depok. Batik khas Depok yang terdiri dari 10 ragam motif kini dapat ditemukan dalam bentuk pakaian jadi, tas, dan bros, bahkan ke depan akan dikreasikan menjadi tas laptop dan bentuk-bentuk lain yang menarik sebagai upaya agar batik tersebut dapat lebih dikenal dan dipakai oleh masyarakat luas. Nah.. ini kota depok yang sedikit lagi menemukan jati dirinya untuk maju dan lebih di kenal orang banyak. jadi kalo nanya masalah perkembangan ukm di depok ya jelas-jelas aja sekarang depok lagi berkreasi dan berinovatif lagi mau bangkit untuk memperkenalkan depok itu kaya apa. :)

Selasa, 02 Juli 2013

Tugas 2 Perekonomian Indonesia

1. Hubungan antara efektifkahnya blsm dengan pengangguran dan kemiskinan?

ya hubungannya pasti ada. karena untuk hidup sementara pengangguran dan kemiskinan, karena mereka ngarep-ngarep dari blsm, sementara yang nganggur mencari kerja dan si para orang miskin kerja keras banting tulang, blsm adalah secercah harapan untuk mereka. kembali lagi jika dana blsm ga di catut sama tikus-tikus kantor tersebut mungkin blsm merata didapat oleh rakyat miskin yang ada di indonesia. 'kan memang seharusnya blsm di peruntukan untuk mereka yang nganggur ga punya pekerjaan dan orang miskin. terus kalau blsm ga turun-turun, rakyat-rakyat kismin makan apaan? batu? harusnya pemerintah mikirin kesana dong, jangan mikirin perut masing-masing.jadi hubungan blsm dengan pengangguran dan kemiskinan pasti ada. karena blsm yang perpengaruh pada orang-orang miskin dan pengangguran.

Tugas 1 Perekonomian indonesia

Herlambang Ega Prasetya
23212428/1EB11

1. efektifkah kenaikan bbm?

kita bicarakan sebelum bbm naik. mungkin saat bbm naik seperti sekarang pemerintah dirugikan, karena dulu 'kan bbm di subsidi untuk rakyat yang tidak mampu, tapi ternyata? banyak kendaraan-kendaraan mewah bahkan kendaraan yang bisa di bilang WAW!! pada mengisi bbm bersubsidi. padahal mereka tau kalau premium itu hanya di peruntukan untuk rakyat yang tidak mampu dan kendaraan berumur di bawah 2006. harusnya mereka yang mampu atau kelebihan duit sadar lah kalau bbm bersubsidi diperuntukan untuk rakyat-rakyat menengah kebawah. makannya oleh pemerintah subsidi bbm di cabut. kalau mengenai efektif atau tidaknya mungkin berdampak positif bagi pemerintah karena menghemat fiskal sebesar Rp 42 Triliun.

2. Efektifkah blsm untuk rakyat saat ini?

kalau kita membicarakan blsm sekarang-sekarang ini, bukan main dah. bukan main gajelas maksudnya. mana katanya blsm di peruntukan untuk rakyat miskin? memang benar untuk rakyat miskin, tapi kenyataan masih banyak orang-orang kismin di indonesia yang belum dapet blsm. seperti di lampung contohnya. meraka mengeluh karna belum dapat bantuan blsm dari pemerintah. lalu dikemanakan uangnya? di makan tikus kantor? ah, sudah basi ngomongin tikus-tikus kantor yang tidak pernah tau apa artinya pemderitaan rakyat. terkutuk tikus-tikus kantor itu jika memakan uang rakyat yang di peruntukan untuk rakyat.tapi masalahnya, kenapa yang menerima blsm punya bb? punya motor? ga logis amat. harusnya pemerintah konsisten dong sama yang mereka omongin. kasihan rakyat yang bener-bener kismin ga kedapatan blsm. hausnya pemerintah setempat peduli akan mereka.